KUALITAS PELAYANAN APARATUR SIPIL NEGARA PADA KANTOR KECAMATAN PANAKKUKANG KOTA MAKASSAR

Muhammad Natsir

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi terhadap kinerja pelayanan Kantor Kecamatan Panakkukang Kota Makassar.  Studi ini mengkaji Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Panakkukang Kota Makassar dari dimensi Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy.  Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif, yaitu jenis penelitian yang menghasilkan gambaran subjek dan objek penelitian berdasarkan fakta.  Para informan ditentukan dalam penelitian ini adalah aparatur sipil negara Kantor Kecamatan Panakkukang Kota Makassar dan masyarakat pengguna layanan publik.  Data yang disajikan dalam penelitian diperoleh langsung dari objek penelitian, yaitu wawancara, observasi, dan data dokumentasi.  Hasilnya menunjukkan dari (a) dimensi Tangibles dan (b) dimensi Reliability, dan (e) dimensi Empathy, pelayanan publik tidak sesuai dengan yang diharapkan, sedangkan dari (c) Responsiveness, dan (d) Assurance, dapat dikatakan baik. Berdasarkan hasil tersebut, pelayanan publik di Kantor Kecamatan Panakkukang Kota Makassar tidak optimal dalam memberikan kepuasan kepada masyarakat karena masih terdapat urusan masyarakat yang tidak bisa terselesaikan pada koordinasi instansi lain.

The purpose of this study was to determine perceptions of services provided by the Panakkukang district office in Makassar city.  This study examines the quality of public services in the Panakkukang district office of Makassar city in terms of tangibles, reliability, responsiveness, assurance and empathy.  This type of research is a descriptive qualitative research. That is, the type of research that creates a description of the subject and research object based on facts.   The whistleblowers identified in this investigation were government officials and public service users from the Panakkang district office in Makassar city.  The data presented in the  study were derived directly from the subject of the study: interviews, observations and recorded data.  The results show that public services do not perform as expected based on (a) tangible aspects, (b) reliability aspects, (e) empathy aspects, but (c) responsiveness and (d) assurance well based on security; It is said. Based on these results, the public service of the Makassar City Panakkukang District Office is not optimal to satisfy the community as there are still community issues that cannot be resolved through the coordination of other agencies.


Keywords


Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy

Full Text:

PDF

References


Adam Ibrahim Indrawijaya. 1983. Perilaku Organisasi. Bandung : PT. Sinar Baru.

Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Budiman, Arief. 1996. Teori Negara-Negara, Kekuasaan Dan Ideologi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka.

Utama. Budiono. 1999. Kebijakan Publik. Yogyakart: Paustudi Sosial.

Dwiyanto, Agus. 2005. Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Yogyakarta: UGM Press,

Fandy Tjiptono. 2006. Total Quality Management. Yogyakarta: Andi Offset.

Gaebler, Ted Dan David Osborne. 1992. Reinventing Goverments : How The Entrepreneurial Spirit Is Transforming In Public Sector. Addison Wesley Publishing Company: Massachussets.

Hardyansyah. 2011. Kualitas Pelayanan Publik: Konsep, Dimensi, Indikator, dan Implementasinya. Yogyakarta: Gava Media.

Gaspersz, Vincent. 1997. Manajemen Kualitas. Jakarta : Gramedia.

Hamdi, Muchlis. 2002. Bunga Rampai Pemerintahan. Jakarta : Yarsif Watampone

Handayaningrat Soewarno. 2002. Admiistrasi Pemerintahan Dalam Pembangunan Nasional. Jakarta : Gunung Agung.

Hasibuan, Sp. Melayu. 2001. Organisasi Dan Motivasi, Dasar Peningkatan Produktivitas, Jakarta : Bumi Aksara.

Irwansyah. 2013. Jurnal Efektivitas Pelayanan Publik Pada Kantor Camat Sebatik Kabupaten Nunukan. Universitas Mulawarman.

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 81 Tahun 1993 Tentang Perilaku Birokrasi Dalam Pelayanan Publik.

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah.

Miless, Mathew B. Dan Michael, A. Haberman. 1994. Analisis Data Kualitatif. Jakarta : Ui Press.

Moleong, Lexi J. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta : Remaja.

Nugraha, Andrean. 2008. Kualitas Pelayanan Jasa. Jakarta: Rajawali Press.

Osborne, David Dan Ted Gaebler. 1996. Mewirausahakan Birokrasi, Penerjemah Abdul Rasyid. Jakarta: Pustaka Binaman Presindo.

Rasyid M. Ryaas. 1996. Makna Pemerintahan, Tinjauan Dari Segi Etika Dan Kepemimpinan. Jakarta : PT. Yarsif Watampone.

-------------------------. 1997. Kajian Awal Birokrasi Pemerintahan Dan Politik Orde Baru. Jakarta : PT. Yarsif Watampone.

Rasyid M. Ryaas, Dkk. 1998. Pemerintahan Yang Amanah. Jakarta : PT. Bina Rena Pariwara.

Ratminto., Atik Septi Winarsih. 2006. Manajemen Pelayanan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Siagian, Sondang P. 2003. Organisasi, Kepemimpinan Dan Perilaku Administrasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Suharso D., Retnoningsih. 2005. Pelayanan Publik. Jakarta: Insan Cendekia.

Suseno, Frans Magnis. 1991. Etika Politik, Prinsip-Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Moderen. Jakarta : PT. Gramedia.

Sutarto. 1998. Dasar-Dasar Organisasi. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik.

Widodo, Joko. 2001. Good Governance, Surabaya : Insan Cendekia.




DOI: https://doi.org/10.37932/j.e.v12i2.601

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.